mellowtime

Setelah sekian lama ngga nulis blog, akhirnya hari ini gue memutuskan untuk nulis meskipun sebenernya ngga tau juga mau nulis apa. Gue lagi mellow banget akhir-akhir ini. Kalo gue merenungkan lagi semua yang terjadi dalam hidup gue belakangan ini, gue semakin sadar bahwa hidup ini ngga gampang, sangat ngga gampang malah, tetapi sebagai manusia kita betul-betul punya pilihan untuk menjadikan hidup kita gampang atau susah, berdasarkan apa tujuan kita. Hmm, ribet ya? Mari gue coba sederhanakan kenapa gue berpikir seperti itu.
Katakanlah soal skripsi (hmm…). Benda yang satu ini memang sedang jadi pergumulan berat gue di dalam hidup. Yang jadi problem utama gue dalam nyelesaiin skripsi bukan pada masalah kapasitas otak gue (sombong dikit boleh dong), tapi masalah-masalah yang gue alami rupanya berdampak pada kondisi emosi gue yang pada akhirnya berpengaruh pada pengerjaan skripsi gue, sehingga yang ada gue escape mulu dengan mengatakan bahwa “Tuhan menjadikan segala sesuatu indah pda waktunya.” Gue memang sangat berpegang teguh pada ayat ini, tapi yang ada gue malah menjadikan ayat ini defense mechanism gue dalam menghadapi tuntutan skripsi. Iya sih, Tuhan memang menjadikan segala sesuatu indah pada waktunya, tapi kalau kita sendiri ngga berusaha mewujudkannya ya ampe kapan tau juga ga bakalan bisa deh berhasil.
Di tengah-tengah kegalauan gue, beberapa waktu lalu gue iseng beres2 kamar dan gue menemukan satu boks yang isinya adalah berkas2 pramabim waktu gue baru masuk. Yang ada gue berhenti sejenak dan mengulik-ngulik kembali semua berkas tersebut. Ada surat-surat dari temen2, dari guardian angel, dari teman2 kelompok yang ngisi Johari’s window, dan bahkan gue masih nyimpen selempang yang diberikan ke gue ketika gue dinobatkan sebagai anak 2003 tergila. Hal ini memicu gue untuk meminjam film angkatan 2003 dari Iin. Ketika gue nonton film itu, yang ada gue terharu dan sempat menitikkan air mata. Betapa waktu itu terbang dengan cepat ya, betul2 ngga terasa bahwa gue sudah berada dipenghujung masa studi gue. Gue jadi mengingat2 kembali masa-masa kuliah dulu, semester-semester awal yang penuh kehebohan adaptasi dengan teman-teman, hang-out bersama, pokoknya menyenangkan. Kemudian masuk ke semester tengah-tengah yang sangat kompleks, di mana kemampuan asertivitas dan bergadang dan management waktu diuji secara penuh, belum lagi kemampuan public speaking yang diuji lewat presentasi2 di kelas yang bikin deg2an tapi asik, bikin tugas sampe bergadang2 dan nginep2an, oh whatta time!!! Gue sangat merindukan masa-masa itu dan rasanya akan sangat bersyukur kalo Tuhan bisa memberikan satu hariii aja kembali ke masa semester awal! Terus masuk ke peminatan sosial, berjuang bersama teman2 sekelas yaitu William, Felix, Ola, Nadya, dan gue jadi inget momen2 kami di Jogja, bikin tugas bersama, dan semua kegilaan kuliah lainny. Intinya cuma satu: GUE KANGEN MASA-MASA ITU.
Semua momen nostalgia ini berdampak lumayan bagus sepertinya. Di samping gue jadi mellow, gue jadi sadar betul bahwa teman2 gue itu banyak yang udah lulus dan emang butuh effort ekstra untuk bisa jadi sarjana, tapi somehow gue ngerasa hidup lagi dan terdorong untuk bikin skripsi, simply karena gue ngga mau ketinggalan lebih jauh aja. HUff, wish me luck.

Leave a Reply